Tapak kaki mungil anak-anak kita
adalah jejak Ilahi
menghitung tiap usia
bersamamu, mencari bahagia di tiap
putaran waktu .
saat lelah bersandar kutemukan
sepi ikut berlari dan ketika
kau tanyakan cinta semua
sudah kuberikan pada
pemilikNya dan jangan tanyakan
cinta padaku .
ku ikhlaskan dirimu ........?
untuk yang rindu ke abadian di sisiNya
ku cari semua pintu menuju surgaMu
puisi
|
This entry was posted on 21:30 and is filed under
puisi
. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.
1 komentar:
Mbak.. membaca ini saya kok jadi terharu ya? Entahlah.. yg pasti ada aliran yg liris di dalamnya. Indah, seperti mengintip gerimis dan merasakan dinginnya angin, walaupun tahu bahwa saya ada di dalam sebuah kehangatan.
Hmm...