BURUNG TERPILIH
05:33 | Author: lintang
Kemarin kau kabarkan lewat purnama
sayapmu terluka kau bebat derita diujung
kerinduan.. memintal setiap asa yang
coba kau urai dengan tanganmu
bagimu.. malam tak pernah bersahabat
dalam sendirimu kau rentang setiap
angan tentang masa depan tiga kurcacimu
memimpikan senyum bidadari mereka tanpa
peduli esok derita menari-nari di tiap denyut nadimu
percayalah Tuhan menyayangimu
engkau seekor burung terpilih dari berpuluh ribu
burung lainnya.

utk seorang sahabat
rasa sayang utkmu
|
This entry was posted on 05:33 and is filed under . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

14 komentar:

On 27 Maret 2009 10:56 , SanG BaYAnG mengatakan...

Penya'ir murni meniti hari,menoreh kata sajak dan puisi,anak burung terbang memilih hari,tatkala sarang tak layak di huni.
SanG BaYAnG datang di permulaan,sekedar ucap salam tanda persahabatan..

 
On 27 Maret 2009 22:35 , ARIEF FIRHANUSA mengatakan...

tiba-tiba saya merasa sebagai burung itu dalam tudingan tanpa tudung dari jengkal demi jengkal sajak ini ...

 
On 28 Maret 2009 00:53 , Sang Cerpenis bercerita mengatakan...

lam kenal juga. saya suka puisinya nih. lancar dan deras bak air mengalir.

btw, saya sering baca namamu di blog siapa ya...kayaknya gak asing deh.

awardnya diambil aja kalo mau.

 
On 28 Maret 2009 01:37 , ajeng mengatakan...

Seandainya saya adalah burung itu..yang terpilih dari sekian burung yg lain.. Salam kanal juga

 
On 28 Maret 2009 05:32 , Kabasaran Soultan mengatakan...

Hmmmmm ... mencecap kata demi kata, menyelusur makna dmi makna . Ada khawatir yang mendesir, ada takut yang melarut namun diujung semuanya ternyata ada kepasrahan pada Sang MAHA , ada kekuatan hati ntuk hadapi semua.
Nice poem.
Percayalah DIA selalu MAHA menjaga setiap hamba-hambanya.

 
On 28 Maret 2009 06:20 , Atca mengatakan...

tiap kali kesini selalu dibuai dengan kata-kata yang indah dari mba Lintang..

Bagus banget mba..

 
On 28 Maret 2009 13:19 , Rudy mengatakan...

Mbak orangnya puitis banget nih dari kemaren puisi-puisi yang disajikan bagus-bagus mbak...
Aku sampai heran nih mbak dapat inspirasinya dari mana?
Untuk posting biasa aja kadang aku kebingungan bahan nih dan tak jarang bolos posting sampai berhari-hari...

 
On 28 Maret 2009 20:19 , BlaGaBloGer mengatakan...

Wah, bahagianya kalo punya sahabat kaya mba.... ^_^
salam kenal yah mba ...

 
On 28 Maret 2009 21:12 , dwinacute mengatakan...

Sahabat..ketika kita mengakui adanya sahabat.. maka jagalah persahabatan itu. Letakkan kepercayaan dlam persahabatan..
Karena sahabat tetap menjadi sahabat

wahhh jadi ikut-ikutan puitis nich.Tapi bagus loh mbak puisinya..

Salam kenal ya....link balik dong biar mudah ke rumahnya mbak..

 
On 28 Maret 2009 22:57 , Antaresa mengatakan...

wooow...keren

salam kenal,,,
jangan lupa kunjungi blogku ya

 
On 30 Maret 2009 08:10 , Marshmallow mengatakan...

bahagianya sahabat yang memperoleh puisi indah penuh doa ini, mbak.
saya juga turut mendoakan sang sahabat agar selalu diberi kekuatan menghadapi setiap ujian hidupnya.

salam dan terima kasih saya sudah mengunjungi blog marshmallow.

 
On 30 Maret 2009 18:41 , G mengatakan...

airmataku, mengintip diam2..
bisikan jiwa itu kental sekali.
lirih dalam doa, berdentang kencang dalam sukma.

terimakasih untuk ketulusan yang terasa hingga menembus sekat jarak, waktu dan tempat.

 
On 31 Maret 2009 04:47 , Anonim mengatakan...

Burung itu tengah mencoba membentangkan sayapnya... terbang ke angkasa meraih asa yang masih tersisa... salam sayangku

 
On 3 April 2009 00:22 , Nyante Aza Lae mengatakan...

beruntung banget yg jadi burung yg terpilih
siapakah dia...?