BUNDA AKU KE MAL YA?
04:10 | Author: lintang
Saya lihat mata bening itu memohon dengan sangat agar saya membolehkannya jalan-jalan dengan teman2nya ke salah satu mal di kota ini. Mungkin bagi sebagian org tua memberi ijin anaknya pergi ke mal adalah hal sepele tp bagi saya hal ini butuh waktu untuk memberi ijin baginya. mungkin saya ibu yang gak gaul agak katrok dan culun,itu semua karena saya beranggapan belum sepantasnya anak kelas enam SD berangkat berbuka puasa bersama ke sebuah mal dengan beberapa teman meski semua cewek,Memang mal di kota ini tidak seramai mal di kota-kota besar jalan menuju kesanapun tak begitu ramai tapi ada ketakutan bila dia menjadikan hal itu sebagian gaya hidupnya sementara saya mengajarkan kesederhanaan. bagi saya ke mal cukuplah saat-saat tertentu yang itu belum tentu satu bulan sekali. Keinginan melindungi dia dari kebiasaan pergi ke Mal agar tidak bertindak konsumtif membuat saya jarang mengajak mereka ke sana .Saya lebih suka pergi ke supermaket kecil dekat rumah atau kepasar tradisional.
Saya lebih suka dia ngabuburit di perpustakaan kota ,biasanya kami menghabiskan waktu sore di sana sambil baca-baca buku kebetulan perpustakaan kota kami sangat dinamis jadi menurut saya akan lebih baik dia menunggu buka puasa di sana dari pada di mal yang gak jelas tujuannya. Tapi hari ini terpaksa saya mengijinkannya pergi ke mal untuk berbuka bersama dengan teman-temannya, melihatnya memohon dengan wajah memelas membuat saya luluh juga dan akhirnya meloloskan permintaannya dan tak lupa saya berpesan untuknya jangan terlalu sering pergi ke mal dengan menyertai berbagai alasan kenapa tidak boleh terlalu sering kesana.

buat pelangi hati bunda sayang kamu.
This entry was posted on 04:10 and is filed under , . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

13 komentar:

On 11 September 2009 20:33 , Sang Cerpenis bercerita mengatakan...

tul, jgn dibiasakan. bisa boros. soalnya, saya juga ngalamin tiap ke mal jadinya malah belanja.

 
On 11 September 2009 20:45 , annie mengatakan...

Sesekali gak apa-apa asal jangan dibiasakan. Betul kan, bunda? Yang penting buah hati kita tahu bahwa meskipun tak kita izinkan, kita tetap sayang mereka. Setuju? Siiip lah ...

Ngomong2 award dariku kenapa belum diambil aja?

 
On 12 September 2009 01:20 , Newsoul mengatakan...

Begitu deh mbak tantangan seorang ibu menjaga anak-anaknya di zaman canggih sekarang ini. Anak-anak sekarang emang lebih gaul ya dibanding kita dulu. Zaman berubah, memang harus pandai-pandai orang tua membimbing anak.

 
On 12 September 2009 02:29 , buwel mengatakan...

wah kalo aku ke toko buu juga gitu,penginnya dibeli semuanyah...hehhehe

 
On 12 September 2009 03:38 , dwina mengatakan...

waduh mbak jadi inget waktu masih remaja saya juga jarang banget ke mall. ya paling juga ke pasar. sampe dewasa gini ternyata ada manfaatnya lho .. secara saya kalo nggak penting banget nggak ke mall. kalo ke mall biasanya cuma 3 tempat yang sering di kunjungi. toko buku, bioskop ama surau. kalo lagi pingin belanja baru deh ke pasaraya nya kalo nggak yah ngumpet aja di toko buku.

makasih belum menghapus blog bintang dan makasih juga masih sempat mampir. met puasa ya mbak... salam buat gadis kecilnya/

 
On 12 September 2009 23:51 , Zippy mengatakan...

Hihihi, si mbak rupanya perhatian banget ama anak'x...
Hmm, tapi emang bener tuh, ortu paling gak bisa kalo liat anak'x memelas banget, jadi'x tetep luluh :D

 
On 13 September 2009 14:32 , latree mengatakan...

boleh dong bund... sekali-sekali... ;)

 
On 18 September 2009 01:04 , ducky mengatakan...

hehe.. ia bunda jgn dibiasain jd anak mall.. mending jadi anak masjid :)

 
On 18 September 2009 02:49 , bluethunderheart mengatakan...

sore
tapi bunda.......asal takkeseringan memang takbaik juga ya bunda........
salam hangat selalu
met menyambut hari kemenangan

 
On 19 September 2009 01:09 , KangBoed mengatakan...

Kedaling rasa nu pinuh ku bangbaluh hate, urang lubarkeun, ngawengku pinuh ku nyuuh, meungpeung wanci can mustari. Taqabalallahu Minna Wa Minkum
Wilujeng Idul Fitri 1430 H, sim kuring neda dihapunten samudaya kalepatan.
Kuring neda dihapunten kana samudaya kalepatan, boh bilih aya cariosan anu matak ngarahetkeun kana manah, da sadayana oge mung saukur heureuy, manusa mah teu tiasa lumpat tina kalepatan jeung kakhilafan

 
On 19 September 2009 01:26 , KangBoed mengatakan...

Terselip khilaf dalam candaku,
Tergores luka dalam tawaku,
Terbelit pilu dalam tingkahku,
Tersinggung rasa dalam bicaraku.
Hari kemenangan telah tiba,
Semoga diampuni salah dan dosa.
Mari bersama bersihkan diri,
sucikan hati di hari Fitri.
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1430 H
Taqoba lallahu minnaa wa minkum
Shiyamanaa wa shiyamakum
Minal ‘aidin wal faizin
Mohon maaf lahir dan batin
Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabatku terchayaaaaaaaank
I Love U fuuullllllllllllllllll

 
On 30 September 2009 09:29 , putri mengatakan...

Hati seorang ibu memang lembut...
Tapi Putri yakin ananda-nya ibu akan paham nantinya...bahwa bagaimanapun Perpustakaan lebih menyenangkan ketimbang Mal.. :)

salam kenal, bu

 
On 28 Januari 2012 06:04 , obat kanker kelenjar getah bening mengatakan...

biasa perempuan kan sedikin senengnya dunia shoping,,wajar aja,,asal jangan berlebihan,,