Kamis, 22 Januari 2009

GO TO BALI

Hari masih pagi aku bergegas mandi dan bersiap diri setelah memandikan si kecil dan membuatkan susu untuknya aku harus segera ke apotik dan supermaket untuk beli obat dan keperluan untuk di bawa pergi ke Bali. Badan si kecil masih hangat karena dia terserang flu dan ispanya jadi kumat lagi ada kekawatiran yang bersemayam tak mau pergi sementara besok kami harus pergi ke Bali ikut tur. Anakku yang besar sudah ku peringatkan untuk gak usah ikut ke Bali krn adiknya masih sakit tapi dia kecewa berat, akhirnya aku gak tega juga. sebetulnya si kecil udah ku bawa ke dokter spesialis anak, udah minum obat sampai habis tapi belum juga sembuh karena itu ku beli lagi obat dengan copy resep yang kemarin di berikan dokter dan mudah-mudahan nanti malam dia gak panas dan cepat sembuh. Persiapan ke Bali sudah kami mulai dari kemarin mulai obat-obatan dari sakit kepala,diare,sakit gigi sampai obat si kecil pokoknya lengkap habis. Aku pingin menyenangkan anak-anakku dan melepaskan semua masalah yang ada dan berharap ketika kembali ke kota Malang tercinta ini aku lebih banyak mensyukuri yang AllahSWT berikan padaku. Memang ini pertama kalinya aku ke Bali langsung bawa anak tiga kecil-kecil lagi, tapi mudah-mudahan tidak terjadi apa-apa itu harapanku. Sebetulnya kakak-kakakku pada mencemaskan karena aku jarang pergi jauh sekali pergi ke Bali e..e.. bawa anak kecil naik bis lagi mereka takut si kecil rewel, tapi tekatku udah bulat untuk pergi kesana . Aku gak mungkin mengecewakan Ica dan Rafli ketiga anakkulah yang memotivasiku untuk bangkit dari keterpurukan dan biarlah semua yang lalu kutinggalkan di sudut hati Aku berharap Allah memberi pencerahan dan hidayahNya pada orang yang sangat kucintai dan aku berharap Allah memberi jalan keluar yang terbaik dalam setiap ujian yang Dia berikan padaku. Hidupku hanya milikNya dan aku memohon setiap langkahku selalu dalam lindunganNya, setiap yang kulihat dgn seijinNya, setiap yang kudengar seijinNya dan setiap yang keluar dari mulutku juga seijin Dia yang Maha Tunggal dan yang memiliki setiap tarikan nafas umatNya. Aku cuma butuh ridhoMu dalam setiap apa yang kulakukan .Besok kami berangkat jam 13 mudah-mudahan kepergian kami ke Bali akan merubah semua ke penatan menjadi motivasi Amien...Amien...Amien Tiada kekuatan yang bisa menandingiNya dan aku pasrahkan seluruh hidupku untkNya.

8 komentar:

  1. Saya ga begitu paham maksud ceritanya, Mbak! Tapi, kalo saya kira2, kayaknya masalahnya ga sekedar soal anak yang lagi sakit. Masalahnya lebih dari itu, ya?. Tapi, saya setuju tentang tekad Mbak untuk menyenangkan anak-anak. Melihat anak bahagia dan senang, rasanya orang tua juga ikut senang. Mungkin hilang semua masalah walau sesaat.

    BalasHapus
  2. seandainya sekarang aku ada di sana, aku pengen kita liburan bareng ke bali...heheh. bermain di pantai, menatap sunset, dan parasailing. bali adl tempat favoritku juga

    kau hebat pergi dg 3 anakmu yg masih kecil2 itu...you're a tough woman, eh?

    selamat berlibur. ini namanya hiatus sejenak. semoga setelah liburan pikiranmu lebih fresh dan kau pulang membawa semangat baru

    good luck and take care, lintang:)

    *jgn lupa foto2nya*

    BalasHapus
  3. wahh emang Bali itu membikin kangen..
    terakhir kesana 2005...
    jadi pengen kebali lagi nihh
    salam kenal ya mba..

    BalasHapus
  4. tiada daya dan kekuatan selain dari kuasa dan kehendak-Nya..

    BalasHapus
  5. semoga perjalanan dan liburannya lancar dan menyenangkan yah mbak:)

    BalasHapus
  6. memang hrs ada kalanya kita memberi sejenak liburan pada diri ini.
    hati2 dijalan,mbak Lintang

    BalasHapus