Kubiarkan sosokmu berkelana
memilah keinginan yang terkubur
kuberi batu nisan untuk tanda
bahwa suatu saat nanti harapan
akan kubongkar kembali, kurajut
kujadikan selembar keinginan
yang tertunda karna hati mendua
semua bukanlah bencana karena
dunia belum tenggelam masih banyak
waktu mengisi rangsel untuk kujejali
semua kebaikan yang kuambil dari
alam.
Cinta... ketulusan....keikhlasan....
kesabaran.... semua kuambil
lewat waktu karna cuma sang waktu
yang akan mengajarkannya.
tlah kuijinkan kau .....
semoga Allah SWT Ridho
puisi
|
This entry was posted on 20:10 and is filed under
puisi
. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.
11 komentar:
ya, dunia belum tenggelam. kalaupun ia seolah akan tenggelam, masih banyak tersedia pelampung penyelamat
apa kabar, lintang?
selamat hari kasih sayang
salam utk pelangi jiwamu
wuihh..syukurlah klo dah ikhlas
Amieeeeen!
hati yang lapang...
wow.
daleeeemmm.. pasraaahh.. lapaaaanng.. good! salam kenal ya..
hmmm, hati yg mendua? dan telah mengijinkannya? mbak, sy jadi sangat bertanya2, semoga bukan apa yg saya pikirkan..
apapun itu, sy berharap keputusan ini mmg yg terbaik ya mbak.
GBU!
kadang kepasrahan menjadi ultimate sebuah perjuangan. terutama saat semua yang kita tuju ternyata berupa tembok penghadang yang menjulang angkuh....
cahaya hatimu menyinari jalanku
keikhlasan dan ketulusan dari mbak lintang adalah kekuatan!
Setelah mmbaca komentar mbak Lintang di blognya mas Arief.. ternyata, ini artinya...
waktu membuat kita dewasa dan mengajarkan kita akan banyak hal. waktu membuat kita mengerti arti cinta, hidup dan kehidupan.