HANYA MANUSIA
02:34 | Author: lintang
Kau kejar mentari tak pernah lelah
ada nafas luka yang bernanah
tapi tubuhmu tak mengijinkannya
membasuh setiap tetes darah
yang tercecer karna luka lamamu.
Ingin aku ikut membasuhnya
mengajakmu bersandar dan berteduh
ditempatku,
tapi aku tak sekuat bidadari putih
yang penuh senyum menerima
setiap keluhmu.
Aku manusia..hanya manusia
yang juga dapat terluka,
maaf aku ...,sungguh maaf aku....

kucoba menyayangimu setulus
kasih Tuhan.
semoga Allah memberi keikhlasan
seluas samudra padaku.
|
This entry was posted on 02:34 and is filed under . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

14 komentar:

On 24 Februari 2009 18:07 , Nyante Aza Lae mengatakan...

woww...mrinding dq mbacanya mbak...
sebuah refleksi hati seorang lintang....sabar yahh..

 
On 24 Februari 2009 19:39 , ARIEF FIRHANUSA mengatakan...

Sepertinya nggak perlu menjadi "Bidadari Putih" untuk membasuh luka, karena kau sudah seperti peri dengan puisi ini ...

 
On 24 Februari 2009 22:44 , Atca mengatakan...

bagus banget mba Puisinya..kata2 menyentuh...

 
On 24 Februari 2009 23:43 , Itik Bali mengatakan...

Mbak..hoby buat puisi ya??
Aku tuh mbak bisa buat puisi kalo pas lagi sedih banget
atau aku lagi jatuh cinta
pas hari biasa..
wah gokil mlulu

 
On 25 Februari 2009 20:01 , Linda Belle mengatakan...

seneng bikin puisi ya...
andai aku bisa hehe...susah :p

 
On 25 Februari 2009 20:25 , dee mengatakan...

kita emang hanya manusia mba
tp tetep bisa mengulurkan tangan..

salam knal mba lintang ;)

 
On 27 Februari 2009 01:57 , G mengatakan...

...aku juga hanya manusia...
maaf itu mbak, sebuah kata yg (bagi saya) seperti di tato ke dada ini. cukupkah?

 
On 28 Februari 2009 11:36 , Mbah Koeng mengatakan...

duh si Mbak puitis jg ...

 
On 28 Februari 2009 18:52 , integrasinagari mengatakan...

--menyambung mas G -- Aku hanya manusia adalah sebuah permisif, karena aku hanya manusia maka wajar aku salah dan sabarku terbatas. sebaiknya itu tidak dipake,demikian wangsit yg saya terima lewat mimpi dari mas G hehehehehehhe.
tapi puisi ini begitu menggugah untuk terus menyayangi dan sabar meski dalam keterbatasan.
Gusti Allah Ora Sare

 
On 28 Februari 2009 22:38 , nino mengatakan...

aku koq dari dulu ga bisa bikin puisi ya??

 
On 2 Maret 2009 00:00 , G mengatakan...

@intergrasinagari, huhu... sy sedih, karena menurut wangsit yg mas dapatkan pastinya maka saya yg sampe sekarang masih berkategori "mbak" pindah jadi "mas" *nangissss.. soalnya ga pernah (menyangka) sudah dioperasi ganti jender* xixixixi... maaf mbak Lintang (^^,) Jadi berbalas komentar niy malahan.

 
On 2 Maret 2009 18:04 , latree mengatakan...

ketulusan adalah keinginanmu memberi tanpa ingin diberi kembali
keikhlasan adalah ketika kau ingin bisa memberi lebih dari yang kau bisa
kau punya.

 
On 3 Maret 2009 19:08 , Atca mengatakan...

update update hehhee

 
On 14 Maret 2009 05:26 , . cinta kelana . mengatakan...

wahhhh .
yah, manusia mempunyai batas .
itu pasti .