Ketika kau langkahkan kakimu
keluar dari rumah ini, jiwaku
tercerai berai penuh ketidak pastian
bertanya dalam setiap langkah yang
kau jejakkan, menggumam dalam kegelisahan.
Hatimu bagai laut tak berdasar
dalam dan tak pernah tersentuh palungnya
terlalu misterius untukku.
Tahukah kau kegelisahan yang selalu menghujam
tajam dalam relung hatiku,
karena cintamu bagai badai yang menghancurkan.
bukan untuk siapa-siapa
puisi
|
This entry was posted on 20:25 and is filed under
puisi
. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.
4 komentar:
cinta bagai badai ygmenghancurkan? ngeri doong!
waduh ..... kok cintanya sedahsyat itu ya ?
he-he-he
but still you love the storm?
mengandung sesuatu yg dalam bg yg merasakannya...salam kenal ya