Ketika mimpi tak lagi ada diantara kita
Luka itu semakin menganga penuh darah
Kucoba bebat derita dengan musikmu
Yang mengalunkan kesedihan dalam bait
Lagunya , lepas-lepaslah sesuai keinginanmu
Karena aku tak mampu menahanmu lagi
Biarlah tangan Tuhan yang bercerita
Tentang derita anak manusia ,
Meski takdirku belum tentu di ujung
asa.
Dan aku terluka tak terobati lagi....
Biarlah pelangi menyusup mencoba
memberi warna dalam hati
|
This entry was posted on 23:11 and is filed under . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.
19 komentar:
harus ada harapan ,nantinya luka akan tersembuhkan
pasti terobati, dateng aja ke kantor pos dokternya canggih2 wwakakaa
yup
kekuasaan ILlahi memang tiada bandingannya
kalo memang sudah tidak ada cara lain untuk mengobatinya
berdo'alah
biarkan tangan Tuhan yg mengobatinya
nice poem Azalea, suka banget bacanya
Perih sekali..
ada ketika memang semua terasa tak lagi mungkin, kesedihan seakan2 tdk akan berakhir, dan luka tidak terobati..
tapi pada suatu saat, kesedihan ternyata ada akhirnya dan obat luka berhasil ditemukan.
semoga bisa bertahan hingga waktu itu tiba..
dateng lagi cuma mo bilang
yg majang poto polos itu adalah temenku sesama blogger
gak tau kok bisa nekat masang poto begitu padahal dulu waktu dia pertama kali add tuk jadi temenku potonya gak gitu. heran deh
buat siapa puisi ni mbak???
setiap sakit pasti ada obat.. hanya saja belumw aktunya untuk sembuh
jangan hilangkan harapan
tak terobati... itu hanya sementara, itu hanya perasaan saat 'hantaman' itu ada. tergantung dari diri sendiri untuk mengobatinya. bisa sedetik, sehari, dua minggu, dua belas bulan... tergantung...
cepat atau lambat sebuah luka pasti kan pulih. i'm back lintang;)
Ditempatku ada kotak P3K,memerlukannyakah? Hehehe..
Pada saatnya nanti luka itu akan sembuh kok.
TIdak ada yang tidak ter obati, cepat atau lambat..
cepat atau lambat... Insya Allah akan terobati
sabar ya, pasti ada hikmahnya. kalao kita menyadari hikmah dibalik ini semuwa justru akan mengucap syukur.
oia kenalan dengan blog baru ya *nyodorin tangan* kok diem ce salaman donk. ditunggu kunjungan balik dan komentarnya terutama dalam tulisan 'manjakan mata...'. awas lho kalao engga berkunjung tak jithak pakai tiang listrik wakakaka *kabuuurr *ngumpet
bagus sekali
oh mantap banget puisinya salut
menggambarkan perasaan hati yang lagi gemana gitu
salam kenal aja neh dari ku
hmm gambaran hati dalam kepasrahan
salam kenal juga neh
apa kabar? baru bisa mampir. masih cape nih.
Ayo dong Mbak, jadi sedih kalau membaca puisi-puisi memerih. Pelangi dan mayapada tak pernah layu, kok, apalagi sampai mengebiri mimpi.