TAK TEROBATI
23:11 | Author: lintang
Ketika mimpi tak lagi ada diantara kita
Luka itu semakin menganga penuh darah
Kucoba bebat derita dengan musikmu
Yang mengalunkan kesedihan dalam bait
Lagunya , lepas-lepaslah sesuai keinginanmu
Karena aku tak mampu menahanmu lagi
Biarlah tangan Tuhan yang bercerita
Tentang derita anak manusia ,
Meski takdirku belum tentu di ujung
asa.
Dan aku terluka tak terobati lagi....


Biarlah pelangi menyusup mencoba
memberi warna dalam hati
|
This entry was posted on 23:11 and is filed under . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

19 komentar:

On 20 Mei 2009 07:41 , anindyarahadi mengatakan...

harus ada harapan ,nantinya luka akan tersembuhkan

 
On 20 Mei 2009 19:00 , SENDAL JEPIT mengatakan...

pasti terobati, dateng aja ke kantor pos dokternya canggih2 wwakakaa

 
On 22 Mei 2009 09:05 , dwinacute mengatakan...

yup
kekuasaan ILlahi memang tiada bandingannya
kalo memang sudah tidak ada cara lain untuk mengobatinya
berdo'alah
biarkan tangan Tuhan yg mengobatinya

nice poem Azalea, suka banget bacanya

 
On 25 Mei 2009 21:37 , G mengatakan...

Perih sekali..

ada ketika memang semua terasa tak lagi mungkin, kesedihan seakan2 tdk akan berakhir, dan luka tidak terobati..

tapi pada suatu saat, kesedihan ternyata ada akhirnya dan obat luka berhasil ditemukan.

semoga bisa bertahan hingga waktu itu tiba..

 
On 26 Mei 2009 08:17 , dwina mengatakan...

dateng lagi cuma mo bilang
yg majang poto polos itu adalah temenku sesama blogger
gak tau kok bisa nekat masang poto begitu padahal dulu waktu dia pertama kali add tuk jadi temenku potonya gak gitu. heran deh

 
On 26 Mei 2009 15:32 , Ahmad flamboyant mengatakan...

buat siapa puisi ni mbak???

 
On 27 Mei 2009 01:23 , mas icang mengatakan...

setiap sakit pasti ada obat.. hanya saja belumw aktunya untuk sembuh

 
On 27 Mei 2009 04:11 , attayaya mengatakan...

jangan hilangkan harapan

 
On 27 Mei 2009 05:43 , goenoeng mengatakan...

tak terobati... itu hanya sementara, itu hanya perasaan saat 'hantaman' itu ada. tergantung dari diri sendiri untuk mengobatinya. bisa sedetik, sehari, dua minggu, dua belas bulan... tergantung...

 
On 27 Mei 2009 15:04 , Mi Hacienda mengatakan...

cepat atau lambat sebuah luka pasti kan pulih. i'm back lintang;)

 
On 28 Mei 2009 00:09 , ajeng mengatakan...

Ditempatku ada kotak P3K,memerlukannyakah? Hehehe..
Pada saatnya nanti luka itu akan sembuh kok.

 
On 28 Mei 2009 01:09 , Laston M Nainggolan mengatakan...

TIdak ada yang tidak ter obati, cepat atau lambat..

 
On 28 Mei 2009 06:47 , erik28596 mengatakan...

cepat atau lambat... Insya Allah akan terobati

 
On 28 Mei 2009 07:03 , Gadget and Technology mengatakan...

sabar ya, pasti ada hikmahnya. kalao kita menyadari hikmah dibalik ini semuwa justru akan mengucap syukur.

oia kenalan dengan blog baru ya *nyodorin tangan* kok diem ce salaman donk. ditunggu kunjungan balik dan komentarnya terutama dalam tulisan 'manjakan mata...'. awas lho kalao engga berkunjung tak jithak pakai tiang listrik wakakaka *kabuuurr *ngumpet

 
On 28 Mei 2009 08:41 , ajie mengatakan...

bagus sekali

 
On 28 Mei 2009 11:09 , bunga raya1 mengatakan...

oh mantap banget puisinya salut
menggambarkan perasaan hati yang lagi gemana gitu
salam kenal aja neh dari ku

 
On 28 Mei 2009 11:10 , cempaka mengatakan...

hmm gambaran hati dalam kepasrahan
salam kenal juga neh

 
On 28 Mei 2009 21:11 , Sang Cerpenis bercerita mengatakan...

apa kabar? baru bisa mampir. masih cape nih.

 
On 28 Mei 2009 22:29 , Arief Firhanusa mengatakan...

Ayo dong Mbak, jadi sedih kalau membaca puisi-puisi memerih. Pelangi dan mayapada tak pernah layu, kok, apalagi sampai mengebiri mimpi.