Saat malam menampakkan keganasannya
Kabut tebal turun diiringi hembusan angin
Gemericik air melantunkan dendang sayang terluka
Seakan membacakan puisi tentang mati
Saat keganasan itu meneteskan darah
Kabut tebal perlahan pecah menjadi embun
Gemericik air serna menjadi marah
Dunia hanyalah duka
Sungguh...
Saat keganasan berjalan
Meninggalkan tapak-tapaknya
Waktu dan ruang adalah pedang
Menebas tekad dan harapan
Ku tak bisa memahami
Akan kaidah tapak-tapak bumi
Aku hanya merasakan
Saat dia berlalu tak mau peduli
sunggu ,
Aku hanya si....
(dikutip dr novel filsafat Tapak Sabda
,pengarang Fauz Noor)
puisi
|
This entry was posted on 20:40 and is filed under
puisi
. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.
15 komentar:
hidup selalu menyisakan misteri..
Postingannya membuat aQ merenung sejenak ttg sp diri Qta sebnrnya..
hehe kok jd mellow gini sich.. Wallah..
well, makasih y udah mampir k blogQ
salam kenal dariQ
sarahtidaksendiri.wordpress.com
sarahtidaksendiri.blogspot.com
postinganmu selalu sendu, lintang
apakah hari2mu juga sesendu ini?
kuharap tidak
kuharap kau baik dan sehat selalu:)
puisi yang indah sekali mba... bergetar membaca setiap metafora yang sulit saya mengerti namun memang cukup dirasakan saja, tak perlu saya lebih jauh tuk mengerti.... salam kenal.... -japs-
saya cuma mo ngomentarin tampilan blog-nya. Kerrrrreeeeennnn...desain sendiri?
Salam kenal yah...
dalem banget ahh, sampe geleng2 nih memaknainya..
Melalui peristiwa yang berlalu
Melalui detak-detik waktu
Tuhan mencoba membuat kita mengerti
Tuhan mencoba membuat kita memahami
Arti dari misteri-misteri itu
Yang kadang sulit sekali bisa kita terima
Tapi percayalah apapun ada hikmah dibalik semuanya
waduh, barangkali harus baca novelnya juga ya supaya lebih dalam apresiasinya... tapi, puisi ini benar2 indah :)
Hmmm... nama yang bagus.
Lintang, nama anakku juga Lintang.
Sebuah bintang yang memberikan cahaya di malam gelap.
salam
numpang kontemplasi...salam kenal...
Malam adalah kehidupan
menghidupkan sebagaimana Baginda Rasullah
menyeruak memadu hati
menjejak tangg-tanga ke tujuan
Malam adalah kenikmatan
ketika makna direguk
mematri kesepakatan
dalam keheningan potensi dilabuhkan
Malam adal berkah
saat memberi dalam istirahat
malama adalah bagian berkah
dariNya
Kunjungan balik mba lintang :) salam hangat
mas atau mbak lintang nih?
kutipan puisinya bagus dan dalam. malam memang selalu membangkitkan kesan yang berbeda-beda, bisa romantis, sendu, hingga menyeramkan. tapi saya suka kalau malam berbulan purnama. indah!
salam kenal kembali, mas/mbak lintang. (rasa-rasanya mas sih)
aku hanya si...langitjiwa,hehe.. ( malam,mbak)
@ sarah: selamat dtg di rumahku yang kumuh ini
@ nita: badai masih memporak porandakan.
@ jabs : itu suara hati
@ arif: aku gak bikin sendiri, mana bs aku
yg gaptek bikin sendiri mas salam.
@ nyate aza lae: kebetulan lg berteman dgn
bk filsafat.
@ astrid: bukunya jg bagus mbak
@cenya95: itu nama penuh doa
@ gubuk kata : salam kenal jg
@ ersis: malam selalu membawa kita
pada Sang Pencipta
@ marshmallow: aku perempuan
wah, saya menangkap suasana tragis yang terpancar dari lirik2 puisi ini. sebuah kutipan novel yang mantab.