MOZAIK
20:22 | Author: lintang
Andai kau tahu semua cahaya dalam genggamanmu,
menelusuri setiap sudut hati yang meronta ingin
merdeka dan berteriak-teriak karena penat.
Setahun sudah terpenjara dalam gelap ruang hampa
waktuku sekarang untuk pergi menyusuri mimpi
yang berkeping memungutinya menyusun bagai
mozaik yang indah,memang harus seperti ini tersandung,
terjungkal, menangis, menertawakan kepingan hati yang terkoyak
semua indah, sakit tapi nikmat ketika kita melaluinya
dengan ikhlas dan ketulusan.
Aku masih terus berjuang menemukan sisa mozaik
yang terpental menembus ruang dan waktu
karena semua harus di perjuangkan meski di depan
begitu gelap tanpa arah yang jelas .
Masa depan adalah misteri yang terbuka dengan
sendirinya, biarkan kita melaluinya tanpa perlu cemas
Takdir yang akan menemukan diri kita sendiri.

Utk seseorang yang terus berjuang
kita sama-sama belajar tentang hidup
Allah mempertemukan kita dgn anehnya.
This entry was posted on 20:22 and is filed under . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

16 komentar:

On 3 Maret 2009 23:28 , gus mengatakan...

jika, dan hanya jika
hidup adalah pertaruhan antara helaan nafas
dan kejaran detak jantung
maka mencari sekeping mozaik
adalah sesuatu yang berdiri diantaranya

 
On 5 Maret 2009 00:01 , perempuan mengatakan...

sepp.. slm knl balik mas :D

 
On 5 Maret 2009 16:25 , Yudhi Gejali, dr. mengatakan...

Mozaic Puzzle.
Saat Takdir Ilahi bertemu dengan manisnya dengan Kehendak Bebas Manusia.

 
On 5 Maret 2009 20:57 , Nyante Aza Lae mengatakan...

klo sabar dan ikhlas, yakinlah, mbak bakalan dapat menyusun kembali mozaik itu!

 
On 7 Maret 2009 06:18 , andiez mengatakan...

uhmmmm.. so sweet mbak. Salam kenal yak. Mamppir balik dong....

 
On 8 Maret 2009 06:25 , Tazkiyatunnafs mengatakan...

(Assalamualaikum) the real salam for Muslim,

 
On 8 Maret 2009 21:53 , G mengatakan...

mozaik

mozaik itu indah mbak, walaupun sesungguhnya berasal dari potongan2 atau kalau bisa saya katakan sebagai kepingan2 dari gelas2 yang pecah (saya selalu membayangkan mozaik adalah kepingan gelas, pdhl keramik, dsb-nya juga bisa disusun sebagai mozaik), pecah entah karena kesengajaan atau ketidak-sengajaan, namun ternyata, dari sesuatu yang pecah, hancur dan tidak utuh itu, muncul sebuah bentuk yg sama sekali berbeda, namun jauh lebih indah dan mempesona, justru karena ia berasal dari keping2 yg tidak utuh.

Sebuah paradoks atau kontradiksi? Nampaknya begitu dari sudut yg fana ini, namu dari sisi kekekalan, semuanya terjalin sempurna.

GBU.

 
On 9 Maret 2009 04:25 , Latree mengatakan...

semoga mozaik terserak dapat tersatukan...

 
On 10 Maret 2009 06:50 , lintang mengatakan...

@gus:betul mas kepingan itu sendiri adalah bagian dari kehidupan
@yudi:takdir menggiring manusia menemukan kepingan yang terserak.
@nyate aza lae:akan kucari terus krn mozaik itu menuju rumah Allah SWT.
@Tazkiyatunnafs: Wallaikum salam WR WB.
@G:terkadang kita dihadapkan pada hal yang bertentangan tapi itulah hidup G, kita syukuri saja. Oya G kamu salah tafsir dgn komenku di blog sebelah.
@latree: akan kutemukan nantinya.

 
On 10 Maret 2009 19:35 , dee mengatakan...

bagus banget..
jd inget puisi yg pernah kutulis..
tp karyamu versi bagusnya hehehe..

 
On 12 Maret 2009 21:17 , ARIEF FIRHANUSA mengatakan...

Membaca teks di atas saya jadi seperti berkaca. Saya juga sedang melarutkan perjalanan yang sama, mencari-cari puzle yang hilang ...

 
On 12 Maret 2009 23:29 , nino mengatakan...

hadoh... bahasanya terlalu berat... buat manusia yang berkemampuan verbal terbatas seperti saya...hehe.....

 
On 13 Maret 2009 01:23 , Retrira mengatakan...

keren banget puisinya :)

 
On 14 Maret 2009 07:50 , G mengatakan...

Mbak Lintang, wooops, sorry (^^,) Kirain... Syukurlah kalo bgitu.

 
On 14 Maret 2009 19:41 , easy mengatakan...

kata-katanya bagus banget. aku suka..
tersusun mengikuti irama hati yang penuh cinta..

easy.blogdetik.com

 
On 2 April 2009 03:51 , Sang Cerpenis bercerita mengatakan...

mozaik itu indah tapi rumit. mungkin spt itulah kehidupan ya.