Lepas bagai burung tak bersangkar
menyusuri Yogja mengumbar keingin tahuan
Aku cuma seekor burung yang mencoba
berkelana mengikuti arah angin
menyinggahi tiap ranting baru
mencari kegelisahan yang singgah
dalam ruang hati
hidup tak pernah lepas dari kegelisahan
nikmati...dan kau akan menemukan
apa dibalik gelisahmu
pengalaman yang sempurna
untuk burung yang tidak pernah
keluar dari sarangnya
untuk seorang sahabat.
|
This entry was posted on 02:25 and is filed under . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.
12 komentar:
Saya suka menikmati kegelisahan, Mbak, karena saya sering merasa sunyi. Beruntunglah kita yang setahap demi setahap memahami kata hati.
kegelisahan yang dinikmati??
masih gak mudeng mbak..
*oon aka lelet
belum pernah keluar kandang? hati2 tar nyasar. mana lagi gelisah pula
Baru sempat mampir lagi nih...
Aku paling suka dengan yang namanya pengalaman baru apalagi agak menantang meski kadang ragu-ragu....
Boleh nggak nih kita tukeran link???
@arief: Kegelisahan merupakan proses pencarian mas
@NYate: sekali waktu ketika nyate gelisah nikmatin aja pasti nanti akan mengerti
@faizz: ya izz aku sebangsa burung
@rudy: rupanya mas rudi seorg petualang ya?
Tapi bukan petualang sejati kok...
ikuti lombatulis opini tentang iklan politik yuk!!!
kelamaan di sangkar jadi kaget kalau melihat dunia....
jogja n semarang.. petualangan yg tiada akhir :D
mengapa tak kau coba susuri dan singgah barang sejenak di semarang, sapa tau gelisah itu perlahan kan terkikis lau kemudian sirna bersama hembusan angin hehehe;)
hidup memang selalu diliputi berbagai rasa. ada suka, ada resah dan gelisah.
g e l i s a h adalah p e n a n t i a n akan sesuatu yang mungkin akan datang, mungkin juga tidak.
hmm... saya sudah jarang gelisah, mbak, tapi sering sangat ingin tahu sehingga ada gelitik2 kecil di dada yang melahirkan pertanyaan2 dan membuat saya berlari2 mengejar sesuatu dalam pikiran saya, jadi.. kalau boleh dibilang bagi saya, kegelisahan itu digantikan oleh sesuatu yg namanya g a i r a h, agak mirip, tapi tanpa rasa sunyi, walau diperlukan kesunyian sejenak untuk merenungkannya dan menangkap gejolaknya satu demi satu..
Sudahkah sang kawan menemukan "bentuk"nya?