TERANG
20:55 | Author: lintang
Cahayamu menyilaukan mata hati
bagai esok gelap takkan menyelimuti
jangan biarkan kilaunya membutakan
mata-mata anak-anak kita
terang takkan membuat senyum
bila mata anak-anak kita terluka
terang akan lebih indah bila ada kegelapan
tapi gelap terasa hampa bila tanpa
terang di dinding jiwa
warna emasmu yang mempesona
menawarkan kemegahan tanpa mengerti
jiwa-jiwa gelisah.
pergilah menembus kegelapan tapi
jangan pernah lupa jalan kembali
ke dalam terang jiwamu
karena hari ada terang dan gelap
biarkan kau memilih tanpa
melupakan jiwa indahmu yang menuntunnya

Untuk jiwa-jiwa yang gelisah
|
This entry was posted on 20:55 and is filed under . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

10 komentar:

On 28 April 2009 21:55 , Sang Cerpenis bercerita mengatakan...

terang dan gelap adalah perpaduan terindah dalam kehidupan ini.

 
On 29 April 2009 06:03 , G mengatakan...

Terang yg sejati tidak akan mampu dilihat oleh mata yg fana. Mungkin karena pada dasarnya Dia suci sesuci2nya sementara kita tidak akan pernah bisa menjadi suci sesuci2nya ya?

Tapi ini bicara bukan hanya ttg Dia ya?

 
On 29 April 2009 09:13 , dwinacute mengatakan...

terang akan lebih indah bila ada kegelapan
tapi gelap terasa hampa bila tanpa
terang di dinding jiwa

seneng banget ama kata-kata ini, setelah terkurung dalam gelap kita akan lebih menghargai terang dan cahaya

dan gelap kadang bikin orang takut untuk melangkah karena gak ada cahaya,

seperti perjalanan hidup manusia

 
On 29 April 2009 14:28 , Antaresa mengatakan...

habis gelap terbitlah terang,

hehehe...bener ngga tuh mba

 
On 1 Mei 2009 21:12 , Arief Firhanusa mengatakan...

Saya sangat-sangat-sangat sependapat. Sesuatu yang menyilaukan adalah virus yang perlahan-lahan membuat jiwa gelap.

Sebaiknyalah kita -- tentu juga anak-anak kita -- terus menerus belajar untuk menerima terang tanpa mata kita silau, atau menciptakan sinar benderang menjadi hanya cahaya yang tak terlalu terang.

 
On 3 Mei 2009 20:13 , ajeng mengatakan...

Saya paling seneng pada kalimat 'pergilah menembus kegelapan tapi, jangan pernah lupa jalan kembali'
Orang tua bertanggung jawab juga untuk memberi petunjuk agar mereka tidak pernah lupa jalan kembali..

 
On 4 Mei 2009 03:13 , waluyo mengatakan...

puisi yang indah nan penuh makna hikmah....salam kenal

 
On 6 Mei 2009 07:33 , Latree mengatakan...

terang menyilaukan
gelap menyesatkan

maka pupil kita biar bekerja lebih keras lagi
menyaring dan menyerap cahaya
sesuai butuhnya...

 
On 7 Mei 2009 06:43 , si embah mengatakan...

waw itu ja yang bisa saya katakan!!!
rima dan diksi nya lumayan mengena boss!

 
On 12 Mei 2009 00:19 , goresan pena mengatakan...

aku lebih mengaharpkan wahyu.. untuk anakku..:) sinar yang terang, tapi tidak menyilaukan..

salam