TUMBAL
08:44 | Author: lintang
Bersembunyi dalam sepi menimang
kesedihan dalam pekat malam kelam
kularung sesaji duka dilaut selatan
dan berharap esok ada hari yang berbeda
dunia yang berbeda.
Kularung semua impian indahku berharap
mereka tenggelam didasar samudara
Telah kurelakan hidupku sebagai tumbalmu
membiarkan peri-peri menari dengan sedih
menangisi tubuhku yang kian penat.
Tersenyumlah karena dewa-dewa mengelilingimu
memberimu janji bahagia.

untuk peri-peri
|
This entry was posted on 08:44 and is filed under . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

13 komentar:

On 17 Agustus 2009 16:30 , ARISTIONO NUGROHO mengatakan...

Assallamu'alaikum Wr. Wb.
Hi friend, peace...
Your blog very interesting.
I hope we can be friend.
If you willing visit my blog, and read my article at http://sosiologidakwah.blogspot.com

 
On 17 Agustus 2009 17:45 , irmasenjaque mengatakan...

pagi-pagi udah disuguhi puisi yg sarat makna,... ^_^

 
On 17 Agustus 2009 20:26 , Kabasaran Soultan mengatakan...

ha-ha-ha ..tetaplah bermimpi
karena dengan mimpi hidupmu makin berarti.

nice poem

 
On 17 Agustus 2009 21:16 , Newsoul mengatakan...

Pekat, dalam, tapi menyentuh mbak Lintang. Begitulah kesan saya mmebaca goresan di atas. Semoga makin mantap menata hari ya, GBU.

 
On 17 Agustus 2009 22:19 , ateh75 mengatakan...

Assalamualaikum mbak ..

 
On 17 Agustus 2009 22:39 , Sang Cerpenis bercerita mengatakan...

ngeri amat. tumbal apa nih?

 
On 18 Agustus 2009 07:37 , ateh75 mengatakan...

Dengan senang hati saya mau sekali mbak..email saya ateh_75@yahoo.co.id

 
On 18 Agustus 2009 08:13 , lintang mengatakan...

@mas aristiono:salam kenal aku udah mampir ke blognya pasti nanti mampir lagi.
@irmasenjaque:he..he...penuh simbulya
@kang kabasaran: tentu meski mimpi kian buram
@newsoul: terima kasih semangat yang terus di berikan
@Ateh75: walaikumsalam mbak
@sang cerpenis:memang harus ada yang di jadikan tumbal dan itu aku.

 
On 19 Agustus 2009 08:56 , TRIMATRA mengatakan...

merelakan apa yang semestinya pergi , anggap saja yg pergi bukan yg terbaik bagi kita.

@ateh...hihikz mbak ateh tebar2 pesona, eeh email maksudkuh :D

 
On 19 Agustus 2009 09:31 , KangBoed mengatakan...

Saya mengucapkan SELAMAT menjalankan PUASA RAMADHAN.. sekaligus Mohon Maaf Lahir dan Bathin jika ada kata kata maupun omongan dan pendapat yang telah menyinggung atau melukai perasaan para sahabat dan saudaraku yang kucinta dan kusayangi.. semoga bulan puasa ini menjadi momentum yang baik dalam melangkah dan menghampiriNYA.. dan menjadikan kita manusia seutuhnya meliputi lahir dan bathin.. meraih kesadaran diri manusia utuh.. meraih Fitrah Diri dalam Jiwa Jiwa yang Tenang

Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabat Sahabatku terchayaaaaaank
I Love U fullllllllllllllllllllllllllllllll

 
On 20 Agustus 2009 01:14 , latree mengatakan...

lintang...
kebahagiaan sejati bukanlah kita yang tertawa, melainkan membuat orang lain bahagia, hatta kita sendiri harus berurai air mata...

semoga pengorbananmu tidak sia-sia *hugs*

 
On 20 Agustus 2009 07:06 , noersam mengatakan...

teruslah bermimpi..gak punya mimpi hidup ini bagaikan separoh jiwa...

 
On 21 Agustus 2009 00:37 , ducky mengatakan...

aku kurang ngerti sih mbak makna puisi itu apa.. hehe...

selamat berpuasa ya mbak... semoga penuh barakah...